Penjajahan Sumber Daya Alam di Indonesia

Opini2,684 views

Oleh: Hamsia (Ibu Rumah Tangga)

Indonesia memilki kekayaan mineral yang terbilang besar di banding negara-negara lain di dunia. “Orang melihat Indonesia segitu besar potensinya. Di mana negara kita cukup cantik di mata investor, companies, dan tak hanya emas, mineral lain seperti perak, tembaga, nikel, dan batu bara pun melimpah di Indonesia. Volume hasil tambang itu pun selalu masuk 10 besar dunia. Bisa di bilang kenapa Indonesia selalu terlihat kayak putri cantik yang siap di nikahi. Karena begitu kaya kita.” ujar praktisi eksplorasi Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Adi Maryono di Jakarta, Selasa (15/5/2018). (Kompas.Com)

Kekayaan akan sumber daya energi dan mineral di Indonesia tidak lepas dari kondisi geografis serta posisi Indonesia yang terletak di jalur gunung api dunia. Tidak hanya sebagai penunjang kehidupan, energi dan sumber daya mineral juga menjadi salah satu sektor utama dalam pembangunan bangsa. (Newswantara)

Indonesia merupakan negara yang sangat kaya akan sumber daya alam dari pulau Sumatera hingga Papua. Potensi kekayaan sumber daya alam yang di miliki Indonesia tentunya berbeda-beda. Selain kaya kualitas sumber daya alam, mineral Indonesia termasuk yang terbaik di dunia. Karena kekayaan alam sumber daya mineral belum dimanfaatkan secara maksimal cadangan mineral di negeri ini pun berlimpah.

Berdasarkan data tahun 2015 dari kementerian Energi Sumber Daya Alam dan Mineral, cadangan batu bara Indonesia berlimpah dengan total cadangan 32 miliar ton yang terbukti sedangkan yang terkira mencapai angka 74 miliar ton.

Dua pulau di Indonesia memiliki kandungan batu bara terbesar adalah Sumatera dan Kalimantan. Sumatera mempunyai 12 miliar ton untuk cadangan terbukti 19 miliar ton dan terkira 68 miliar ton. Selain batu bara, Indonesia masih menyimpan cadangan mineral lain.

Dari data Kementerian ESDM per desember 2014 cadangan tembaga di Indonesia berlimpah yang terbukti 2 miliar tons ore dan terkira 18 miliar tons ore, cadangan terkira timah sebesar 3,9 miliar tons ore dan terbukti 1,3 miliar tonjs ore.

Selain itu ada pula cadangan nikel terbukti 1,1 miliar tons ore dan 3,7 miliar tons ore cadangan terkira. Cadangan emas yang terbukti di Indonesia 2,8 miliar tons ore dan yang terkira ada 8,3 miliar tons ore. Indonesia masih menyimpan cadangan sebesar 151,33 triliun kaki kubik  untuk gas bumi, sedangkan cadangan minyak bumi di Indonesia ada 7,31 triliun barel.

Sungguh ironis, Indonesia adalah negeri yang kaya raya , sampai-sampai di juluki negeri ‘zambrud khatulistiwa’ oleh para pujangga. Keberadaan kekayaan alam yang melimpah ruah dapat dengan mudah di saksikan di berbagai pelosok tanah air. Menurut data Indonesia  Mining Asosiation, Indonesia meraih peringkat ke 6 terbesar di dunia kategori negara yang kaya akan sumber daya tambang (emas, tembaga, nikel, dll) cadangan emas menduduki posisi ke 6 dalam produksi emas di dunia yakni sekitar 6,7%. Begitu juga dengan tima Indonesia menduduki peringkat ke 5.

Meski Indonesia merdeka secara yuridis sejak 1945 namun sejatinya negeri ini baru dapat  dikatakan  melakukan pembangunan ekonomi.pada masa rezim orde baru tepatnya sejak 1969 melalui REPELITA (Rencana Pembangunan Lima Tahunan). Ironisnya pembangunan ekonomi era orde baru ini tidak lepas arahan ekonomi kapitalisme.

Di masa orde baru, UU yang pertama kali ditandatangani oleh presiden Suharto yaitu UU No. 1/1967 tentang penanaman modal asing. Dalam UU tersebut berisi persyaratan  bahwa Indonesia bersifat terbuka terhadap masuknya modal/ investasi maupun hutan dari negara manapun. Mirisnya, kondisi negara saat ini tak banyak berubah meski rezim senantiasa berganti. Kondisi rakyat Indonesia kebanyakan hidup dalam bayang-bayang disintegrasi, kemiskinan, dan kriminalitas yang kian tajam dan meningkat. Jika melihat potensi SDA Indonesia yang luar biasa itu seharusnya berdampak positif bagi bangsa Indonesia.

Sayang, meski rezim terus berganti namun sistem yang ada masih sistem lama yang di permak dengan berbagai kepalsuan itulah demokrasi. SDA sudah di kuasai oleh perusahaan asing. Penguasaan asing atas SDA rakyat justru memperoleh pembenaran, legalitas dan perlindungan dari berbagai payung hukum, yakni UU yang bernafas liberal. Akibatnya banyak kebijakan yang di hasilkan bukan menguntungkan rakyat tetapi justru membuntungkan rakyat.

Dari tahun ke tahun angka kemiskinan terus meningkat tajam. Masih dalam bidang pendidikan angka rata-rata nasional buta huruf mencapai 4,2 persen dari jumlah penduduk Indonesia. Hal ini di katakan Direktur Pendidikan Masyarakat, Ditjen Paudi Indonesia.

Kapitalisme sumber masalah, pengelolaan SDA Indonesia saat ini masih memprihatinkan tambang emas di Grasberg Papua di keruk oleh perusahaan raksasa Amerika tanpa memperdulikan aspek lingkungan maupun lahan. Pasalnya asas yang di pakai oleh sistem kapitalis adalah kemaslahatan besar (benefi profit). Kasus PT Freport di Papua menunjukan fakta bahwa pengelolaan SDA dalam kapitalisme sangat merusak lingkungan. Hampir seluruh proses penambangan terbuka melalui beberapa tahapan pengeboran, peledakan, pemilihan, pengangkutan dan penggerusan batuan bijih.

Sebagaimana arahan ekonomi kapitalisme di era rezim Suharto begitu pulalah yang terjadi di rezim saat ini tidak ada yang berubah. Dampak dari sistem ini membuat rakyat semakin mengelus dada. Hal ini cukup miris adalah ketika melihat kenyataan saat ini yang menggerus hati masyarakat yang harus menjadi babu di negaranya sendiri. Keberadaan perusahaan asing  seperti Freeport, Exxon Mobil, Shell, Chevron, Newmont, yang menguasai pengelolaan sumber daya alam di Indonesia adalah penyebabnya. Hal ini tak lepas dari lemahnya regulasi untuk melindungi sumber daya energi Indonesia.   

Sejatinya film Sexy Killers, bukti nyata bahwa sesungguhnya kekayaan SDA industri batu bara hancurkan lingkungan dan ruang hidup warga.  Film ini bercerita tentang bagaimana produksi listrik dari industri batu bara. Dari hulu hingga ke hilir, energi penyedia listrik andalan ini menyebabkan penghancuran hidup rakyat dan lingkungan sekitar. Berbagai kepentingan bisnis juga tumpang tindih dengan kepentingan politik oleh orang-orang yang juga punya kedudukan penting di pemerintahan.

Masalah muncul daru hulu hingalir. Mula-mula dari pertambangan batu bara. Banyak kosesi batu bara yang di miliki perusahaan berada dekat pemukiman maupun lahan pertanian warga. Praktis ia mengambil lahan pertanian dan perkebunan, serta tempat hidup warga, seperti terjadi di kota Samarinda, Kalimantan Timur.

Hidup bertetangga dengan tambang batu bara bikin muncul banyak masalah, dari air bersih langka bahkan tercemar, lumpur cemari sawah, wilayah pertanian kurang produktif sampai polusi udara karena debu lalu lintas pengangkutan batu bara.

Sesungguhnya sumber daya alam adalah potensi sumber daya yang terkandung di dalam bumi, air, maupun udara. Di dalam al-qur’an di sebutkan bumi sebagai tempat tinggal manusia, langit sebagai atap dan air hujan yang turun serta buah-buahan sebagai rezeki untuk manusia. Di dalam al-qur’an juga di tegaskan, bahwa Allah telah menjadikan bahwa segala apa yang di bumi untuk manusia. Seyonginya SDA berfungsi sebagai sarana untuk menujang kehidupan manusia di dunia sekaligus menjadi sumber penghidupan mereka.

Segala SDA yang ada di bumi ini adalah pemberian dari Allah kepada hambanya sebagai sarana memenuhi kebutuhannya agar hidup sejahtera dan makmur serta jauh dari kemiskinan. Allah berfirman “Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu..” (QS. Al Baqarah : 29)

Jadi masalah yang terjadi saat ini adalah berakar dari diterapkannya sistem dan hukum jahiliyah kapitalisme. Jika ingin keluar dari dunia mafia Freeport dan mafia lainnya maka tidak ada jalan lain kecuali harus di akhiri dengan menyudahi penerapan sistem dan hukum jahiliyah, lalu di ganti dengan penerapan sistem dan syariah Islam secara total serta menyeluruh dalam sistem khilafah Islamiyah. “Hukum jahiliahlah yang mereka kehendaki. (Hukum) siapakah yang lebih baik dari pada  (hukum) Allah SWT bagi orang-orang yang yakin?“ (QS Al-Maidah :50)

Wallahu a’lam bishawab.

Komentar