Peserta prakerin dari SMKN 1 Baula Kolaka dan SMKN 3 Konkep. Foto: Istimewa
Kendari – Balitbangtan BPTP Sulawesi Tenggara (Sultra) menerima siswa-siswi praktek kerja industri (Prakerin) SMKN 1 Baula Kolaka dan SMKN 3 Konawe Kepulauan (Konkep). Peserta prakerin berjumlah 38 orang yang berasal dari SMKN 1 Baula 8 orang dan SMKN 3 Konkep berjumlah 30 orang yang didampingi oleh masing-masing guru pendamping.
Rombongan peserta prakerin diterima oleh Kepala BPTP Balitbangtan Sultra yang diwakili oleh Kepala Seksi Pelayanan dan Kerjasama Dr. Abdul Wahab, SP.,MP didampingi Koordinator Program dan Evaluasi, dan Koordinator Kerjasama. Kegiatan penerimaan bertempat di Aula BPTP Balitbangtan Sultra, Senin (29/7/2019).
Baca juga: Litbang Kementan Siap Sukseskan Hari Pangan Sedunia ke-39 di Sultra
Dr. Abdul Wahab selaku Kepala Seksi Kerjasama dan Pelayanan Pengkajian menyampaikan selamat datang kepada siswa peserta prakerin SMKN 1 Baula Kolaka dan SMKN 3 Konkep yang merupakan generasi milineal untuk melakukan prakerin dalam rangka menambah wawasan tentang pembangunan pertanian.

“BPTP Balitbangtan Sultra merupakan unit pelaksana teknis Kementerian Pertanian yang ada di daerah, mempunyai tugas dan fungsi untuk melaksanakan pengkajian, perakitan, pengembangan, dan diseminiasi teknologi pertanian tepat guna spesifik lokasi, yang ditunjang dengan beberapa sarana pembelajaran diantaranya laboratorium diseminasi, taman agroinovasi, perpustakaan, kebun koleksi sumber daya genetik, kebun bibit induk, dan 2 kebun percobaan yaitu Onembute dan Wawotobi,” kata Abdul Wahab.
Sementara itu, Kepala Balitbangtan BPTP Sultra Ir. Muh. Asaad, M.Sc pada saat penandatanganan perjanjian kerja sama, menyampaikan ucapan terima kasih kepada SMKN 3 Konkep dan SMKN 1 Baula yang telah mempercayakan siswa dan siswinya untuk melaksanakan prakerin di BPTP.
“Dengan dilaksanakannya prakerin diharapkan adanya peningkatan pengetahuan tentang teknologi pertanian. Saat ini teknologi pertanian telah menuju kepada revolusi industri 4.0 yaitu teknologi berbasis digital,” ujar Muh. Asaad.

Kepala SMKN Konkep Ismail Hani, S.Pd mengucapkan terima kasih kepada pihak BPTP yang telah menerima siswa-siswinya untuk melakukan prakerin. Ia mengatakan, BPTP merupakan gudang teknologi pertanian yang harus digali dan dipelajari oleh peserta prakerin.
“Kegiatan praktek kerja industri merupakan bagian dari proses pembelajaran untuk memantapkan keterampilan yang telah dimiliki serta menambah pengetahuan dan keterampilan terkait dengan inovasi teknologi pertanian yang ada di BPTP,” ungkap Ismail.
Baca juga: Kepala BBP2TP Balitbangtan Tinjau Kesiapan Gelar Teknologi HPS ke-39 di Sultra
Dr. Ir. Muhammad Alwi Mustaha, M.Si selaku koordinator Pelayanan dan Pengkajian menyampaikan secara teknis tentang kegiatan yang akan dilakanakan selama tiga bulan, yaitu tes awal, penerimaan materi dari tenaga fungsional BPTP Sultra dan praktek langsung di lapangan. Selain itu, dijelaskan mengenai tata tertib yang harus dipatuhi oleh peserta prakerin, dan penilaian-penilaian yang akan dilakukan, serta prosedur pembuatan laporan akhir.

Kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Balitbangtan BPTP Sultra oleh Kepala Balitbangtan BPTP Sultra Ir. Muh. Asaad, M.Sc, dengan SMKN 3 Konkep oleh Kepala SMKN 3 Konkep Ismal Hani, S.Pd. Perjanjian kerjasama berisi tentang pembimbingan dan pendampingan pelaksanaan praktek kerja industri (Prakerin).
Kegiatan penerimaan dilanjutkan dengan perkenalan lingkungan perkantoran Balitbangtan BPTP Sultra oleh siswa prakerin yang didampingi oleh koordinator pelayanan dan pengkajian.
bni/adv










Komentar