Peringati Hari Air Sedunia, MRI-ACT Gelar Aksi Bersih-bersih Pantai

Sultra Raya661 views

MRI dan ACT menggelar aksi bersih-bersih di Pantai Mayaria, Kelurahan Kesilampe, Kota Kendari. Foto: Istimewa.

Kendari – Memperingati hari air sedunia, Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) dan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar aksi bersih-bersih di Pantai Mayaria, Kelurahan Kesilampe, Kota Kendari, Jumat (22/3).

Aksi yang diikuti kurang lebih 100 orang ini tergabung dalam beberapa komunitas atau lembaga diantaranya UKM Selam UHO, KAMMI Sultra, Komunitas Lindungi Hutan, Trash Hero Kendari, HMJ Ilmu Kelautan UHO, Sultra Peduli Nusantara, FORMMASTA RAYA, IKAPI, KSR-PMI UHO, Sekolah Alam Kendari, dan GenBI.

Aksi bersih-bersih pantai yang dilakukan selama kurang lebih 3 jam itu berhasil mengumpulkan sampah sebanyak 15 kantong sampah besar yang berisi sampah plastik dan non plastik, yang berasal dari sampah yang ada dipinggir pantai dan juga dari dasar perairan yang terendapkan di dalam substrat.

Foto: Istimewa.

“Ini merupakan sebuah langkah kecil yang dilakukan sebagai wujud kepedulian kita terhadap lingkungan. Selain bersih-bersih pantai, kita juga ada edukasi terhadap peserta aksi tentang sampah plastik, agar peserta aksi bukan hanya datang untuk membersihkan sampah tetapi juga dapat pengetahuan tentang sampah, sampah plastik khususnya ditambah lagi peserta aksi ada yang berasal dari anak-anak Sekolah Alam Kendari,” terang Ketua Panitia Hari Air Sedunia 2019, Ardan, dalam keterangan tertulis, Sabtu (23/3/2019).

“Jadi tepat sekali ketika mereka bisa mendengar dan mendapat pengetahuan tentang sampah plastik. Bukan hanya sampai disitu, harapan kami peserta aksi dapat berkomitmen untuk terus menjaga lingkungan,” lanjutnya.

Sementara itu, salah satu peserta aksi, Alfiqiah WR, mengapresiasi kegiatan yang diprakarsai oleh MRI ACT.

“Kegiatan ini adalah satu wujud kepedulian terhadap lingkungan. Kita tahu bahwa sampah mempunyai pengaruh besar terhadap lingkungan khususnya sampah yang ada di laut itu dapat menurunkan kualitas air. Kita juga mungkin sudah sering melihat atau mendengar biota-biota laut yang mati akibat sampah plastik, contohnya ikan paus yang mati akibat memakan sampah plastik dan yang lebih parah lagi yaitu, isu yang cukup berkembang saat ini itu mikroplastik,” katanya.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan teman teman MRI ACT dan Sekolah Alam ini,” ungkapnya.

Dalam kegiatan tersebut, juga dilakukan edukasi sampah plastik yang dibawakan oleh Mundzir Massar, membahas tentang bahaya sampah plastik dan salah satu cara pengolahan sampah plastik yaitu dengan cara ecobrick.

Penulis: Benny Laponangi

Komentar