
KENDARI, PORTALSULTRA.COM – Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia masih sangat minim. Pasalnya dari sekian banyak profesi di negeri ini, hanya ada dua yang dinyatakan dapat bersaing ditingkat Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).
Berdasarkan rilis dari Asean Mutual Recognition Arrangement (MRA) yang merupakan lembaga survei ditingkat Asean yang mengukur kemampuan dari para profesional menyebutkan bahwa dua profesi yang dinyatakan dapat bersaing di tingkat MEA hanya dokter gigi dan akuntan.
“Dokter gigi dan akuntan di Indonesia berkualitas bagus dan bisa diandalkan,” ungkap Asisten III Setda Provinsi Sulawesi Tenggara, I Ketut Puspa Adnyana saat ditemui usai membuka kegiatan diklat kepemimpinan tingkat IV angkatan IX dan X, Senin (20/3/2017).
Dikatakannya, profesi di Indonesia hanya dua yang bisa bersaing dikarenakan orang Indonesia pada umumnya kurang fasih berbahasa Inggris, sementara ditingkat global yang menjadi alat komunikasi adalah bahasa Inggris.
Selain itu, meskipun penduduk Indonesia urutan ke tiga pengguna gadget terbesar di dunia, tetapi tidak dimanfaatkan untuk kepentingan peningkatan kompetensi. “Punya hp canggi smart phone tapi tidak digunakan untuk peningkatan kapasitas, paling hanya whatsapp, facebook, line dan lain sebagainya,” terangnya.
Mestinya, kata Puspa, smart phone yang dimiliki dijadikan untuk mencari referensi peningkatan kompetensi.
Penulis : Ajmain Yusdin










Komentar