Foto bersama usai dilaksanakannya FGD. Foto: Istimewa
Konawe Selatan – Balitbangtan BPTP Sulawesi Tenggara (Sultra) melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) tentang kinerja kelembagaan penyuluh pertanian pasca berlakunya UU No. 23 Tahun 2014 dan PP No. 18 Tahun 2016, di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sultra.
Kegiatan tersebut dihadiri Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Konsel, Kepala Balitbangtan Sultra yang diwakili penanggung jawab kegiatan serta 40 orang peserta yang terdiri dari penyuluh lapangan, koordinator penyuluh/kepala Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), koordinator jabatan fungsional, dan pejabat struktural lingkup dinas yang membawahi penyuluh, Jumat (9/8/2019).

Dalam sambutannya, Kepala Balitbangtan BPTP Sultra yang diwakili oleh Ir. Entis Sutisna MSi menyampaikan, FGD ini ditujukan untuk memotret, mendiskusikan, sekaligus membahas, sejauh mana perubahan yang terjadi dalam kelembagaan penyuluh termasuk kinerja penyuluh pertanian pasca diberlakukannya UU No. 23 Tahun 2014 dan PP No 18 Tahun 2016 tentang daerah dan perangkat daerah.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Konsel Nana Sudarna, STP., MS menyambut baik kegiatan FGD yang dimotori Balitbangtan BPTP Sultra.
Baca juga: Generasi Milenial Laksanakan Praktek Kerja Industri di Balitbangtan BPTP Sultra

Dalam kesempatan itu, Nana mengungkapkan bahwa, tahun 2017 sumber daya manusia Badan Pelaksana Penyuluhan (Bapelluh) dilebur dibeberapa instansi antara lain dinas tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan, ada juga di dinas peternakan, bahkan penyuluh kehutanan dan perikanan pindah ke provinsi dan bahkan ada yang bergabung dengan Kementerian Perikanan dan Kelautan.
Baca juga: Bupati Koltim Pimpin Rakor Bidang Gelar Teknologi HPS ke-39
“Pada perinsipnya penyuluh masih menginginkan kelembagaan yang berdiri sendiri sehingga penyuluh dapat bekerja bersama-sama untuk menangani berbagai masalah yang terkait dengan tupoksinya. Dengan adanya kegiatan FGD dapat memberikan informasi sesuai apa yang dirasakan di lapangan,” ujar Nana.
bni/adv










Komentar