Kartiniku Gerilyawan Sejati, Tersamarkan oleh Ide Emansipasi

Opini412 views

Oleh: Rosmiati, S.Si

Peringatan Hari Kartini kembali menyapa negeri. Anak-anak pun berdandan dengan pakaian kebaya bak gadis Jawa di masanya, seolah turut menggambarkan begitulah style anak perempuan di masa lalu. 

Hari Kartini diperingati sebagai dedikasi kepada seorang pejuang wanita yang bernama Raden Ajeng Kartini yang merupakan pelopor gerakan emansipasi wanita Indonesia. Konon darinya-lah sehingga kaum wanita di seluruh Indonesia dapat mengeyam pendidikan. Kalau saja bukan perjuangannya mustahil wanita Indonesia saat ini dapat cerdas dan terampil. Beginilah kurang lebih fakta yang berseliweran ketika menyambut Hari Kartini. Sebuah fakta yang diwariskan secara turun temurun kepada generasi. Sehingga tak mengherankan jika anak bangsa kian mengenal sosok ini dengan fasih.

Namun sayang, narasi yang dibangun diatasnya bernafaskan ide Feminisme yang pada hakikatnya kontradiksi dengan Islam dan jika meminjam kalimat salah satu tokoh, roh feminisme itu tak berkeindonesiaan. Hal ini pun dikuatkan dengan salah satu fakta sejarah bahwa kawan Kartini yang dahulu sering berbalas surat dengannya yakni Estella Zeehandelaar adalah seorang feminis militan Belanda. Maka wajar jika apa yang saat ini dikampanyekan pada Hari Kartini kental dengan ide Feminisme.

Disisi lain, ada pula kisah yang tak bisa dinafikan, bahwa dahulu kartini telah masif menuntut ilmu kepada salah satu Kiai kala itu yang bernama Ki Sholeh Darat. Bahkan istilah Door Duistemis tot Licht (Habis Gelap Terbitlah Terang) lahir  karena terinspirasi dari salah satu ayat suci Al-Quran. Fakta ini sangat berbeda dengan apa yang dituturkan oleh narasi sejarah pada buku-buku pelajaran. Namun, bukan itu yang akan kita bahas pada tulisan ini. Melainkan bagaimana potret sesungguhnya perempuan Indonesia dahulu, apakah memang benar mereka terkungkung oleh adat, hidup dalam keterbelakangan, bodoh dan beberapa istilah lainnya yang kian ramai disoroti oleh kaum feminis?

Ide Feminisme bermuatan imperialisme?

Feminisme adalah bentuk kepanjangtanganan penjajah di negeri ini. Dahulu sebelum kaum imperialis datang, Islam sudah berkembang pesat di berbagai pelosok daerah di nusantara.  Pesantren dan masjid berkembang pesat sebagai tempat untuk menuntut ilmu. Di sanalah aktivitas transaksi ilmu pengetahuan terjadi. Maka keliru besar jika pendidikan baru bisa menyentuh  kaum wanita baru pasca terjadinya emansipasi.

Hadirnya penjajah mengubah kebiasaan yang telah berlangsung. Dimana kebodohan dan keterbelakangan sengaja dikembangbiakan di negeri ini dengan tujuan agar mereka (baca:kaum penjajah) lebih mudah dan leluasa mengeruk kekayaan negeri tanpa ada yang melarang.  Kebodohan seakan sengaja diciptakan untuk melegitimasi hadirnya gerakan emansipasi bahwa dengannya akan membawa nasib dan wajah perempuan Indonesia lebih baik. Namun, sayang itu hanyalah janji manis belaka, yang berujung tragis. Dikiranya akan membawa bahagia namun justru masuk ke dalam perangkap penjajahan gaya baru bagi kaum wanita.

Feminisme adalah ide yang bertentangan dengan Islam. Sebab didalamnya menghendaki wanita untuk bebas berbuat tanpa ada batasan. Paham feminisme radikal menganggap kontrol laki-laki terhadap perempuan adalah sebuah penindasan yang paling mendasar.  Dora Russell juga menegaskan bahwa tubuh perempuan termaksud organ reproduksinya diyakini mempunyai kuasa tawar untuk membangun tradisi baru dalam kehidupan individu, keluarga, dan sosial. Ruseell pun mengusulkan agar menjadikan tubuh perempuan sebagai alat politik untuk meraih  tuntutan hak-hak perempuan. Alhasil, emansipasi yang dahulu diagungkan sebagai jalan awal cerdasnya kaum perempuan Indonesia nampaknya menyimpan racun yang mematikan sebab dibelakangnya membonceng nilai-nilai yang meruntuhkan kodrat perempuan sesungguhnya.  Maka nyatalah bahwa ide ini hanyalah sebagai alat untuk menjajah perempuan yang pada hakikatnya sebagai pusat peradaban.

Tak perlu berkaca dari hebatnya kaum feminisme, jauh sebelum gerakan ini hadir, sosok-sosok perempuan hebat telah berkiprah dengan luar biasa. Terbentuk dari kerasnya hidup di masa kolonialisme membuat mereka tangguh dan perkasa bak kaum lelaki yang juga tak gentar dalam medan juang. Bukan karena ingin menyaingi kaum lelaki sebagaimana yang termuat dalam paham feminisme, namun, mereka ingin mendapatkan kemuliaan yang sama dimata tuhannya.

Islam Inspirasi Pejuang Wanita Indonesia

Tokoh-tokoh perempuan hebat itu pun banyak bahkan tak bisa terhitung. Sebut saja Cut Nyak Dien, sosok perempuan pejuang Aceh yang terkenal mempunyai militansi yang kuat, Belanda pun kelabakan dengan aktivitas gerilyanya padahal ia dahulu tak pernah latihan militer. Ia  berjuang dari muda hingga tua nan rentah. Hutan Aceh menjadi saksi bisu perjuanganya yang kelak akan bersaksi di hadapan Tuhan-Nya.

Cut Nyak Dien ialah sosok wanita muslimah yang religious kokoh memegang prinsip, tak gentar dengan amunisi modern Belanda. Ia pun besar dengan didikan ilmu agama yang kemudian menjadi inspirasi dalam perjuangannya sebagaimana kutipan nasehatnya pada sang putri beriku ini.

Gamba, tanganmu begitu lembut sebagaimana tanganku dahulu ketika muda sepertimu. Ketahuilah olehmu, bahwa kelak tangan inilah yang akan membangunkan anak-anakmu dari tidurnya. Bangunkan mereka, lalu katakan bahwa haram hukumnya tanah bangsa dan agama ini diberikan kepada kaum kafir sampaikanlah kepada mereka untuk berjuang sebab mempertahankan perkara ini adalah perintah sang maha kuasa Allah Swt”

Nasehat yang sangat menggugah, seakan turut menggambarkan betapa cerdasnya wanita di masa itu. Hingga ia mampu menciptakan sebuah retorika yang visioner jauh memandang kedepan. Nasehat itu tidak hanya berlaku pada putrinya semata, tetapi untuk kaum wanita seluruhnya. Sebab tanggungjawab untuk mendidik generasi sampai kapan pun akan menjadi tugas seorang perempuan dan selama itu pula  kesempatan baginya untuk memberikan paham-paham ilmu agama yang mempuni pada sang buah hati.

Olehnya itu, pada momentum ini (baca:hari kartini) mulailah kembali kita membuka lembaran sejarah jejak perjuangan para muslimah hebat di negeri ini dalam mengusir penjajah barat, sadarilah bahwa cita-cita mereka sangat mulia dan sumber inspirasi mereka ialah Islam bukan paham-paham selainnya termaksud nilai-nilai Barat.

Wallahu’alam

Komentar