Putri Asal Koltim Ini Jadi Mahasiswa Terbaik UHO dengan IPK Sempurna 4,0

UHO612 views

Kendari – Besok, Rabu (31/5/2017) menjadi hari yang sangat spesial bagi Nurdahlia. Dia berhasil terpilih sebagai Lulusan Terbaik Universitas Halu Oleo (UHO) pada wisuda periode Februari-Mei gelombang kedua Program Doktor XI, Magister XL, Profesi Dokter VIII, Sarjana LXXIII, dan Pendidikan Vokasi LXXII dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna 4,0.

“Yang pertama tentu saya sangat bersyukur kepada Allah Swt. atas semua nikmat ini. Kemudian kepada kedua orang tua tentu, karena atas ridho mereka, saya bisa meraih ini. Juga kepada para guru, dosen, pembimbing, sahabat, dan semua yang tidak dapat satu persatu saya sebutkan namanya. Semoga dengan raihan ini, membuat saya makin termotivasi tapi juga tidak terkesan pamer. Semoga semua ini mendapat berkah dari Allah,” ungkapnya kepada portalsultracom, Selasa (30/5/2017).

Nurdahlia adalah mahasiswa Fakultas Ilmu dan Budaya(FIB)  Jurusan Sastra Indonesia. Ia berhasil menyelesaikan studinya dengan singkat, 3 tahun 8 bulan, serta mendapat predikat cumlaude (pujian) setelah meraih IPK 4,0.

Baca juga: Ini 9 Lulusan Terbaik UHO untuk Wisuda Gelombang Kedua

Meski berhasil menjadi mahasiswa terbaik, Nurdahlia atau yang akrab di sapa Lia ini ternyata juga memiliki seabrek aktivitas organisasi diluar rutinitasnya sebagai mahasiswa di FIB.

Terbukti pada 2016 kemarin, dirinya juga menjadi Juara IV tangkai lomba penulisan puisi pada PEKSIMINAS XIII (Pekan Seni Mahasiswa Nasional XIII) yang dipusatkan di UHO.

“Alhamdulillah kemarin itu saat PEKSIMINAS dapat juara IV. Terus pernah juga mewakili OHO sebagai peserta Pimnas di UHO bidang PKM Kewirausahaan. Yah, meski ini tidak terlalu luar biasa, saya sangat bersyukur bisa berkontribusi buat almamater (UHO), organisasi, terutama untuk kebaikan banyak orang,” jelasnya.

Ia juga sampai saat ini tercatat aktif di UKM Unit Kegiatan Kerohanian Islam (UKM UKKI) UHO dan Komunitas Seni, Rumah Andakara.

“Dukungan dan motivasi keluarga sangat berperan untuk mengantarkan saya dalam menempuh pendidikan sembari berorganisasi dan meraih prestasi. Saya sadar, bahwa “di atas langit, masih ada langit”, masih banyak orang yang lebih hebat daripada saya. Segala kemampuan yang saya miliki hanyalah titipan, maka saya merasa tak pantas untuk menyombongkan diri,” imbuhnya.

Putri asal Kelurahan Rate-rate Kecamatan Tirawuta Kabupaten Kolaka Timur yang lahir di Sabilambo 23 tahun lalu, adalah anak dari pasangan Gaffar (Daeng Manna) dan Nasmawati.

bni/bni

Komentar